Karawang-SRA-.Internal Partai Golongan Karya (Golkar) mulai menggeliat. Setelah beberapa waktu yang lalu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Dadang S,Muchtar belum bersikap dengan memunculkan nama bakal calon bupati, kali ini Kelompok Kaum Muda Pohon Beringin Karawang mulai bersuara.(13/03/2015).
Ketua Badan Koordinasi Cabang (Bakorcab) Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Karawang, Lukman N Iraz meminta Partai Golkar Karawang tidak melakukan koalisi dengan incumbent (Petahana,Cellica Plt Bupati Karawang). Pasalnya, pada pemilihan Bupati (Pilbup) Karawang 2015menurutnya merupakan momentum kader Golkar untuk memipimpin Karawang lima tahun kedepan.
“Kami meminta kepada DPD Partai Golkar agar tidak berkoalisi dengan incumbent. Partai Golkar harus mengusung kadernya sendiri. Berkoalisi dengan incumbent, hanya membuat partai Golkar kehilangan momentum,” ungkapnya, Jumat (13/3/2015).
Menurut Lukman, Fokusmaker yang merupakan salah satu organisasi underbouw Sentral Organisasi Kekaryaan Swadiri Indonesia (SOKSI) merasa mempunyai tanggungjawab untuk mendorong Partai Golkar Karawang untuk mengajukan calon dari kalangan internal kadernya sendiri.
Mengenai figur internal kader partai Golkar yang akan diusung, Lukman menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Golkar Karawang.
“Bagi kaum muda yang penting kader Golkar. Mau siapapun terserah, yang penting kader internal. Tentunya harus jadi pertimbangan juga tentang PDLT-nya (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak tercela, red),” terangnya.
Lukman menegaskan, apabila harapan dan permintaan dorongan kaum muda tidak direspon dan disikapi dengan baik, kemungkinan partai Golkar akan ditinggalkan pendukungnya. Terlebih, kata dia, Pilbup Karawang kali ini merupakan momentum yang pas bagi Golkar untuk kembali berkuasa di Karawang.
“Silahkan saja kalau elit Golkar memaksakan kehendak untuk koalisi dengan incumbent. Siap-siap saja Golkar akan ditinggalkan massa pendukungnya, dan di 2015 kehilangan momentum untuk berkuasa,” tandas Lukman yang juga anggota Dewan Pakar Korps Alumni HMI (KAHMI) Karawang ini.

Diharapkan olehnya, dengan adanya dorongan ini, DPD Partai Golkar segera melakukan inventarisasi kader-kader potensial untuk dimunculkan menjadi bakal calon. Pasalnya, sampai saat ini DPD Partai Golkar Karawang masih terkesan kebingungan untuk melabuhkan koalisi dan memunculkan calon bupati/wakil bupati yang akan ikut bertarung pada Pilbup Karawang di penghujung tahun ini.
Di tempat terpisah salah seorang kader Golkar menyebutkan,DPD Golkar sampai saat ini belum menentukan untuk berkoalisi dengan partai nama untuk Pilkada mendatang,namun untuk bakal jago Karawang satu atau dua sudah di perbincangkan,mulai internal mau pun dilapisan bawah khususnya oleh para pendukung atau loyalis Golkar,ungkapnya.(13/03/2015)
Masih kata narasumber yang enggan namanya di sebutkan,ada beberapa nama rame di perbincangkan untuk Pilkada Karawang nanti,tetapi di kalangan tertentu sudah membicarakan serius untuk satu nama ini akibat gencarnya disebutkan sebagai bakal menjadi jago Golkar Karawang kedepan,yaitu nama Sri Rahayu Agustina,yang kini menduduki Wakil Ketua Satu DPRD Karawang.
Dan mungkin saja,lanjut narasumber ini.Sri bakal di pasang oleh Golkar guna menandingi kepopuleran calon lain yakni Plt.Bupati Karawang,yang kerap kali disebutkan sebagai satu bakal calon bupati 2015 mendatang yang paling tingginya tingkat populeritas menurut hasil survei oleh beberapa lembaga survei terpercaya.
Ia menambahkanya,belum jelasnya sikap DPD Golkar Karawang bisa di maklumi karena bersikap penuh kehati-hatian namun bukan tidak mungkin bisa saja dalih ,manakala terpecahnya Golkar di pusat membuat Dadang,S Muhtar untuk ektra keras berpikir mengambil langka selama ini.#aby. Sumber Berita.
Tidak ada komentar: