KARAWANG,SRA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karawang akhirnya sedikit mulai buka suara. Ketua DPD Partai Golkar, Dadang S Muchtar mengatakan mengapresiasi desakan kaum muda partai berlambang pohon beringin agar mengusung calonnya sendiri. Namun, dirinya menengaskan, sampai detik ini, Partai Golkar baru mengincar posisi calon wakil bupati yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di penghujung tahun ini.


“Kita sampai detik ini ya, baru mengincar posisi K2. Untuk posisi Bupati, sementara masih belum. Tunggu dinamikanya beberapa minggu ke depan,” terangnya saat ditemui PEKA di kediamnnya, Kompleks Balong, Karang Indah, Minggu (15/3).

Menurut Dadang, alasan menempatkan kader internalnya sudah terhitung logis. Pasalnya, kata dia, dalam konteks pertarungan politik, kekuatan figure baik popularitas dan elektabilitas belum sepenuhnya menjadi jaminan kemenangan. Ada faktor suprastruktur calon terkait finansial yang harus dipertimbangkan. 

“Kalau maju hanya modal popular saja, tidak cukup. Saya sudah pengalaman. Tentunya, faktor modal keuangan juga harus dipikir,” tambah mantan Bupati Karawang dua kali ini.

Dijelaskan dia, komposisi ideal untuk dipasangkan dengan calon dari partai Golkar, menurutnya harus disesuaikan dengan kombinasi dua kekuatan, yakni popularitas-elektabilitas dan finansial. Hal lain yang tidak kalah penting, kata dia, kombinasi jenis kelamin calon.

“Kita harus perhitungkan juga, besarnya potensi suara dari pemilih perempuan yang ada di Karawang. Dan calon perempuan juga akan menjadi daya tarik tersendiri. Jadi, kalau calon wakil bupati dari Golkar , laiki-laki, nanti dipasangkan dengan calon bupati yang perempuan. Dan kalau calon wakil bupati Golkar perempuan, nanti dipasangkan calon bupati laki-laki. Itu aja, sudah,” tandasnya.

Menurutnya, untuk sementara ini, dari kalangan kader internal Partai Golkar Karawang memang sudah ada yang digadang-gadang untuk diusung pada posisi cawabup. Semuanya nama itu, kata dia, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota pangkal perjuangan. 

“Sudah kita persiapkan empat nama, Shalahuddin Mufti, Sony Hersona, Engkus Kusnaya dan Sri Rahayu Agustina,” papar Dadang yang juga anggota Komisi II DPR RI ini.

Menurutnya, dari keempat nama tersebut sudah layak disandingkan dan dipasangkan dengan calon bupati yang saat ini mulai mengerucut dua nama. Dari kedua nama tersebut, kata dia, juga kebetulan jenis kelaminnya berbeda. Sehingga, nantinya tinggal dibahas di internal Partai Golkar untuk diusung.

 “Sampai saat ini calon bupati yang menguat kan tinggal dua nama, Marjuki sama Cellica. Dah itu nanti yang akan kita bahas,” terangnya.

Sementara itu, Sri Rahayu Agustina, sebagai satu-satunya perempuan dari empat nama calon wakil bupati akan diusung partai Golkar, saat akan diminta tanggapannya, belum bisa dihubungi. Wakil Ketua DPRD I Karawang ini, dalam beberapa kesempatan memang jarang berkomentar banyak terkait soal Pilkada Karawang. Dirinya selalu menegaskan akan tetap tunduk dan patuh dengan keputusan yang akan diambil oleh DPD Partai Golkar Karawang.#Sumber :Pelita Karawang