![]() |
| SRI SIDAK LOKASI |
KARAWANG-SRA-.Komisi C DPRD Kabupaten Karawang akan segera mencari solusi terkait longsor di Kampung Babaton, Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur. Dikatakan Ketua Komisi C DPRD JKarawang, Natala Sumedha, setelah pulang melakukan kunjungan kerja Pansus Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Surabaya, komisi yang membidangi infrastruktur ini akan turun ke lokasi longsor dan mengagendakan untuk melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait.
“Selepas rekan-rekan komisi C kembali dari Surabaya, akan segera kami diskusikan. Dan sangat dimungkinkan kami akan segera meninjau lokasi,” kata Ketua Komisi C Natala Sumedha, Rabu (11/3)
Menurut Natala, dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Wakil Ketua I DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina. Pasalnya, Sri Rahayu yang sudah melakukan peninjauan di lokasi bencana tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Sri Rahayu untuk segera mengundang pihak-pihak terkait.
“Saya sudah konsultasi dengan Bu Sri Rahayu, karena beliau yang sudah datang ke lokasi dan kebetulan juga satu dapil sama beliau. Saya mohon kepada beliau sebagai coordinator untuk memanggil Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bina Marga, Dinsos dan lain-lain, karena menyangkut tiga komisi di DPRD,” terangnya.
Dikatakan dia, mengenai adanya keterkaitan di luar komisi yang diketuainya bukan saja karena ada kebutuhan penanganan yang harus dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) saja. Akan tetapi, adanya informasi penyalahgunaan kewenangan dari oknum perangkat desa setempat yang harus juga ditangani.
“Adanya informasi dari salah satu oknum aparat desa yang menjual tanahnya, menjadikan musibah ini bukan hanya menyangkut tupoksi di Komisi C saja, tetapi ada 2 komisi lainnya, yaitu Komisi A dan D,” tandas kader PDI Perjuangan ini.
Diharapkan Natala, dengan adanya peninjauan lokasi dan pemanggilan pihak-pihak terkait penanganan musibah longsor ini dapat segera dicarikan jalan keluarnya. Baginya, musibah yang diderita 19 belas pemilik rumah di Babaton memang sungguh menyedihkan. Pasalnya, dengan adanya pengerukan sungai Citarum yang tanahnya dijual telah menjadi salah satu penyebab munculnya retakan dan longsornya tanah pemukiman warga Babaton. (top)
SUMBER :Spirit Karawang

Tidak ada komentar: