Karawang -SRA-. Wakil ketua sementara DPRD Kabupaten Karawang dari Partai Golkar Sri Rahayu Agustina Suroto mengaku, dirinya prihatin dengan minimnya pencapaian PAD dari sektor pariwisata daerahnya.
Karawang ini kota sejarah, kota Pangkal Perjuangan, tapi mengapa pejabatnya tak peduli citra wisata dan potensi wisata daerah ini.
Bahkan terlebih Ironis, pejabat berkepentingan seakan nyaman membiarkan potensi wisata daerahnya dirusak tangan – tangan nakal tak bertanggung jawab, dan padahal jika saja aset itu serius dijaganya, maka itu akan bernilai PAD yang tak sedikit melalui persentase penjualan tiket masuknya, kata Sri Rahayu kepada kabarpublik.com di kantornya Rabu (10/9/2014).
Cucu Rd Kosim, pemilik rumah tempat dikonsepnya puisi Karawang-Bekasi oleh Chairil Anwar waktu itu, nampak geram, manakala melihat semakin rusaknya Karawang oleh tangan–tangan nakal akibat penempatan pejabat daerah yang tidak memiliki konsep bekerja.
Sri Rahayu mengaku terpanggil mengikuti bursa pemilihan legislatif karena niatannya yang ingin membenahi Karawang dan ingin mendongkrak PAD dari sektor wisata,katanya.
Karawang memiliki candi jiwa dikecamatan Batujaya, candi Budha yang usianya jauh lebih tua ketimbang usia candi borobudur yang ada diMagelang Jawa tengah, Karawang juga memiliki juga panorama alam green canyon desa Cipaga kecamatan Pangkalan dengan alamnya alamnya yang masih perawan dipenuhi tumbuhan hutannya dan mereka kalangan pencinta alam menyebut kalau lokasi ini mirip dengan green canyon miliknya Amerika serikat, serta masih banyak lagi aset wisata lain bernilai tinggi namun keberadaannya diabaikan begitu saja oleh pejabat berkepentingan dipemerintahan Karawang akibat kurangnya pengetahuan dimiliki, urai Sri Rahayu Agustina yang juga merupakan dinasti Bupati Karawang periode tahun 1948-1949 Raden Marta.
Dalam pengakuannya Sri menyebut, dirinya senantiasa akan bersama aktifis lingkungan, baik lokal maupun nasional serta para insan jurnalis untuk membuka sejarah dan menggali potensi Karawang,katanya.
Menurutnya,andaikan rencananya berjalan mulus, diharapkan akan dapat mengurangi minat TKI atau TKW yang selama ini mendambakan kerja diluar negeri,untuk bisa mencintai kampung halamannya sendiri dengan potensi dimilikinya.
“Terpenting ,kata Sri Rahayu Agustina, kalau wisata diKabupaten Karawang ingin mendongkrak PAD secara cepat, warganya jangan pamerkan sikap egocentris dan premanisme, sebab pengunjung pastinya akan takut berwisata kedaerah yang warganya preman,” tandasnya. | pri.Sumber:KabarPublik.
Tidak ada komentar: